Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu" kalimat ini menduduki peringkat ke 2 dalam kategori "alasan terbaik untuk tidak bersedekah" dalam kamus saya setelah alasan "biar dikit yang
TingkatanRiya'. Para ulama berpayah-payah agar terhindar diri riya', dengan menyembunyikan amalan yang mereka lakukan, karena mereka tahu betapa halusnya penyakit riya' hingga terkadang pelakunya tidak merasakan. Imam Al-Ghazali menyebutkan, disamping ada jenis riya' al-jali (riya' yang jelas), ada juga riya' al-khafi (riya
Kedua jika sedekah itu untuk seseorang, lebih utama sembunyi. Seseorang akan mendapat perlindungan Allah pada hari kiamat karena bersedekah diam-diam sehingga tangan kiri tidak tahu apa yang diberikan tangan kanan (HR Bukhari). Namun, jika mampu menjaga hati, sedekah terbuka tetap dianjurkan (QS. 93: 11).
Karenajangankan orang lain Bahkan tangan kirinya sendiri pun tak mengetahui sedekah yang diberikan oleh tangan kanannya tersebut. Beberapa kisah para ulama berikut ini bisa kita teladani sebagai wujud nyata bersedekah tanpa diketahui oleh tangan kiri. Kisah pertama, sedekah yang dilakukan oleh Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi
Sedekah Apa Tangan Kanan Beri, Hendaklah Tidak Diketahui Tangan Kiri. Perihal memberi dan menerima, memang terkadang menjadi dilema, karena begitu banyak orang yang ikhlas memberi tanpa harus melakukan pencitraan dan dengan sikap kerendahan hati, namun banyak sekali sekarang kita lihat pencitraan dalam memberi bantuan kepada orang yang sangat
SedekahIkhlas: Tangan Kanan Memberi, Tangan Kiri Tak Tahu. Dalam perspektif Islam, publikasi sedekah bisa masuk kategori riya atau pamer amal kebaikan. Islam mengajarkan, sedekah hendaknya ikhlas, jika perlu dilakukan diam-diam, sembunyi-sembunyi, tanpa diketahui orang lain. Hal itu agar keikhlasan sedekah terjaga.
. Sedekah itu bagusnya terang-terangan atau diam-diam sih? Kenapa banyak yang doyaaaan banget bilang “Tangan kanan memberi, tangan kiri nggak boleh tahu”? Sebenarnya dalam Al Qur’an banyak koq ayat yang membolehkan sedekah terang-terangan. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang – terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. ; 274 Ada ayat lain yang membolehkan sedekah terang-terangan ; 13 ;22, 14 ;31, 16 ;75, dan 35 ; 29 “Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu”. Kalimat ini menduduki peringkat ke 2 dalam kategori “alasan terbaik untuk tidak bersedekah” dalam kamus saya setelah alasan “biar dikit yang penting ikhlas”. Entah kenapa kalimat itu jadi favorit bagi saya, tapi sepertinya banyak juga teman2 yang sepaham dengan saya kala itu. Sampai-sampai mau memasukkan uang seribu rupiah ke kotak infak waktu sholat jum’at saja saya sampai menyimpan tangan kiri kedalam saku celana biar tangan kiri nggak tau… hehehe.. yang ini becanda Apa efeknya…? Tiap mau bersedekah atau mengajak orang lain bersedekah, kalimat itu selalu terngiang ditelinga sehingga selalu mengurungkan niat saya untuk bersedekah. Setelah akhirnya kemudian seorang “Pencinta Sedekah” menjelaskan kepada saya bahwa hadits yang berbunyi “Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu” itu sebenarnya lebih dimaksudkan untuk menjaga perasaan dan kemuliaan diri orang yang menerima sedekah. Kemudian dia menunjukkan sebuah ayat menarik dari Al Qur’an yang mulia Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata “Tuhanku menghinakanku” Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim dan kamu TIDAK SALING MENGAJAK memberi makan orang miskin, Fajr 15-18 Nah, bagaimana caranya “tangan kiri” tidak boleh tahu kalau di Al Qur’an sendiri kita malah diharuskan mengajak sang “tangan kiri” orang lain? Ada ayat lain tentang sedekah terang-terangan Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan TERANG-TERANGAN, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Al Baqarah 274 Ayat lain tentang sedekah terang-terangan Ar Ra’ Ibrahim 31, An dan Al Faathir 29,. Yang tidak boleh itu adalah menyiarkan ke orang lain bahwa kita telah menyedekahi si Anu sekian, si Fulan sekian sehingga membuat mereka merasa malu pada orang –orang. Salah satu manfaat sedekah terang-terangan ialah kita bisa memotivasi orang lain untuk ikut bersedekah dan kita juga mendapat kebaikan dari orang yang bersedekah karena ajakan kita tanpa mengurangi sedikitpun kebaikan dari orang itu sendiri. Mantap nggak tuh..? Nah, karena sudah paham, sekarang saatnya saya mengajak “tangan kiri” untuk ikut bersedekah… Sumber
RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, RABU 20 JANUARI 2021 756. HAL MEMBERI SEDEKAH JANGANLAH DIKETAHUI TANGAN KIRIMU APA YANG DIPERBUAT OLEH TANGAN KANANMU Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Matius 61-4. Shalom. Puji Tuhan! Dalam suasana yang sangat berbahagia ini, dari Bantul, Yogyakarta, Indonesia, kami Renungan Harian Kristen Terbaru, menyampaikan salam sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus, kepada semua pembaca dari segala bangsa di semua negara sampai ke ujung bumi. Pada hari ini, kita akan mempelajari dan merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Injil Matius 61-4. Perikopnya adalah “Hal memberi sedekah”. Topik kita yaitu HAL MEMBERI SEDEKAH JANGANLAH DIKETAHUI TANGAN KIRIMU APA YANG DIPERBUAT OLEH TANGAN KANANMU. Puji Tuhan! Haleluya! Pengantar Secara duniawi, kita sering melihat tayangan di layar kaca mengenai banyaknya orang yang memberi sedekah. Sudah tentu, kita percaya bahwa pemberian sedekah itu dilandasi oleh keinginan yang tulus untuk berbagi berkat kepada sesama. Memberi sedekah, atau berbagi kasih karunia, atau berbagi berkat, yang tidak ingin dipuji, adalah perbuatan baik yang sangat berkenan di hati Tuhan. Memberi sedekah atau berbagi kasih karunia atau berbagi berkat adalah ujud nyata dari ajaran kasih ilahi. Dalam Kitab Injil Matius 61-4, Tuhan Yesus mendidik, mengajar dan menasihati para murid-Nya dan orang banyak pada zaman itu, dan kepada kita pada zaman sekarang. Secara garis besar, ayat-ayat tersebut menasihati kita pada perkara-perkara sebagai berikut. Pertama, ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka. Kedua, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu. Ketiga, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Keempat, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu Pertama, ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka Apabila kita melakukan salah satu perintah Tuhan, yaitu berbagi kasih karunia, namun hendaklah kita tidak mencanangkannya kepada orang banyak. Hendaklah kita melakukannya dengan tersembunyi dan tidak memegahkan diri dengan berjalan ke sana dan ke mari. Hendaklah kita tidak menceriterakannya dengan bangga kepada khalayak ramai. Pada waktu itu, Tuhan Yesus sendiri mengingatkan para murid-Nya dan orang banyak pada zaman itu, supaya mereka hendaknya selalu mengingat-ingat didikan, ajaran dan nasihat-Nya. Hendaklah mereka jangan melakukan kewajiban agama mereka di hadapan orang supaya dilihat mereka dan mendapat pujian. Secara tersirat, Alkitab mengatakan hendaklah mereka tidak memamerkan atau mempertontonkan pelaksanaan Firman dan perintah Allah di hadapan publik. Karena jika demikian, maka mereka tidak beroleh upah dari Allah Bapa yang bersemayam di Kerajaan Sorga. Sekaitan dengan itu, baca dan pelajarilah Firman Tuhan yang dicacat dalam Kitab Injil Matius 61. Alkitab mengatakan kepada kita “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” Kedua, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu Dalam Kitab Injil Matius 62, Tuhan Yesus berfirman “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” Dalam konteks itu, ayat Firman Tuhan mengatakan bahwa apabila mereka, yaitu para murid-Nya dan orang banyak pada zamannya, akan berbagi kasih karunia, maka hendaklah mereka tidak mempertunjukkan dan membanggakan kepada orang-orang lain. Hendaklah mereka dan kita tidak memamerkan atau mempertontonkan sedekah mereka apabila mereka dan kita memberi sedekah kepada orang yang berkekurangan. Tuhan Yesus Kristus juga memberi nasihat dan mengingatkan supaya mereka jangan mencanangkan pemberian sedekahnya itu kepada semua orang. Sebab kalau demikian, lalu apa bedanya dengan perbuatan orang-orang munafik. Jadi, apabila memberi sedekah, janganlah kita melakukannya seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadah dan di lorong- lorong. Yaitu supaya perbuatan mereka itu dilihat oleh banyak orang yang kemudian memujinya seperti yang dikehendakinya. Ketiga, jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu Sehubungan dengan itu, dalam Kitab Injil Matius 63, Tuhan Yesus berfirman kepada mereka dan kita “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Melalui ayat Firman Tuhan ini, Tuhan Yesus yang menjadi sumber dari segala sumber kasih karunia memberi nasihat dan mengingatkan mereka, apabila mereka memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kiri mereka tentang segala sesuatu yang diperbuat oleh tangan kanan mereka. Boleh jadi, mereka mengalami kesulitan untuk menentukan tangan kiri mereka tidak mengetahui perbuatan tangan kanan mereka. Tetapi inilah Firman Tuhan. Jadi maksud-Nya, secara implisit Tuhan Yesus Kristus menghendaki bahwa apabila tangan kiri saja tidak boleh tahu akan sedekah tangan kanan kepada seseorang, apalagi orang lain yang di luar diri kita dan tubuh kita? Sungguh! Oleh sebab itu, camkanlah Firman Tuhan yang mengatakan bahwa jika kita memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kiri kita apa yang diperbuat tangan kanan kita. Janganlah kita pamer kalau kita sudah memberi sedekah. Janganlah kita memegahkan diri apabila kita sudah berbagi berkat. Keempat, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu Dalam memungkasi didikan, ajaran dan nasihat-Nya pada perikop “Hal memberi sedekah”, Tuhan Yesus mengingatkan mereka dan kita agar hendaknya sedekah kita itu diberikan dengan tersembunyi. Hendaklah sedekah kita itu dilakukan dengan diam-diam. Hendaklah kita tidak mempertontonkan pemberian sedekah kita kepada siapa pun juga. Sebab jika demikian, maka Allah Bapa yang bertakhta di Kerajaan Sorga akan melihat yang tersembunyi itu. Imanilah! Percayalah! Bahwa Dia akan membalasnya kepada kita, tepat pada waktu-Nya. Sekaitan dengan itu, simak dan selidikilah Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Matius 64. Alkitab menyatakan kepada kita “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Boleh jadi, kita masih ingat akan kisah Petrus dan Kornelius seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia di Kaisaria. Kornelius dan seisi rumahnya adalah orang-orang yang saleh dan takut akan Tuhan. Ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi. Ia juga senantiasa berdoa kepada Allah. Sekitar jam tiga petang, jelas tampak pada penglihatan Kornelius seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya “Kornelius!” Ia kemudian menatapnya dan berkata “Ada apa, Tuhan?” Lalu malaikat Allah itu berkata bahwa semua doa dan sedekah Kornelius sudah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingatnya. Kisah itu dinyatakan oleh Firman Tuhan sebagaimana tercantum dalam Kitab Kisah Para Rasul 104, yang demikian bunyinya “Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.” Secara tersurat dan tersirat, kisah tersebut mengajar kita, kendati tidak ada seorang pun yang melihat dan memuji sedekah kita, namun Allah Bapa yang kita sembah, kita puji, kita muliakan dan kita banggakan dalam nama Tuhan Yesus yang bertakhta di sana, di Kerajaan Sorga, niscaya melihat segala sedekah kita. Dan percayalah! Imanilah! Bahwa Dia akan memberkati kita tepat pada waktu-Nya. Haleluya! Pelajaran yang dapat kita petik Secara eksplisit dan implisit, Alkitab melalui Kitab Injil Matius 61-4, menuturkan bahwa Tuhan Yesus mendidik, mengajar dan menasihati para murid-Nya dan orang banyak pada zaman itu, dan kepada kita pada zaman sekarang. Bahwa hendaklah mereka jangan melakukan kewajiban agama mereka di hadapan orang banyak supaya dilihat dan dipuji oleh mereka. Oleh sebab itu, apabila mereka akan memberi sedekah, maka hendaklah mereka janganlah mencanangkannya. Hendaklah mereka tidak memamerkan dan mempertontonkannya di hadapan khalayak ramai. Sekaitan dengan itu, apabila mereka memberi sedekah, hendaklah jangan diketahui tangan kiri mereka mengenai sedekah yang diperbuat tangan kanan mereka. Sebab, Allah Bapa yang kita sembah, kita puji, kita muliakan dan kita banggakan dalam nama Tuhan Yesus, yang bertakhta di Kerajaan Sorga, niscaya melihat segala sedekah kita. Dan percayalah, bahwa Dia akan membalas kita tepat pada waktu-Nya. Lantas, bagaimanakah dengan diri kita yang hidup pada zaman ini? Sudahkah kita melakukan segala Firman Tuhan dan perintah-Nya dengan baik, lebih baik dan sangat baik, serta tidak memegahkan diri atau membanggakan diri di hadapan banyak orang? Sudahkah kita tidak mencanangkan, tidak memamerkan, tidak mempertontonkan dan tidak memegahkan diri atau membanggakan diri kepada orang banyak ketika kita berbagi kasih karunia kepada orang-orang yang berkekurangan? Kemudian, sudahkah kita menjaga tangan kiri kita agar tidak mengetahui pemberian sedekah yang diperbuat oleh tangan kanan kita? Sudah tentu, kita percaya bahwa semua peribadi di antara kita sudah melakukan segala Firman Tuhan dan perintah-Nya dengan baik, lebih baik dan sangat baik, serta tidak memegahkan diri atau membanggakan diri di hadapan banyak orang. Tentu, kita percaya bahwa semua peribadi di antara kita tidak mencanangkan, tidak memamerkan, tidak mempertontonkan dan tidak memegahkan diri atau membanggakan diri kepada orang banyak ketika kita berbagi kasih karunia kepada orang-orang yang berkekurangan. Sudah tentu, kita percaya bahwa semua peribadi di antara kita sudah menjaga tangan kiri kita supaya tidak mengetahui pemberian sedekah yang diperbuat oleh tangan kanan kita. Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang ketika kita melakukan segala Firman Tuhan dan perintah-Nya dengan baik, lebih baik dan sangat baik, serta tidak memegahkan diri atau membanggakan diri di hadapan banyak orang, karena Dia akan menyertai, menolong, menopang, melindungi dan memberkati kita, tepat pada waktu-Nya. Berbahagialah kita yang tidak mencanangkan, tidak memamerkan, tidak mempertontonkan dan tidak memegahkan diri atau membanggakan diri kepada orang banyak ketika kita berbagi kasih karunia kepada orang-orang yang berkekurangan, karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian warisan hidup kekal yang penuh sukcita dan damai sejahtera di sorga. Berbahagialah kita yang menjaga tangan kiri kita supaya tidak mengetahui pemberian sedekah yang diperbuat tangan kanan kita, karena Dia, Allah Bapa yang kita sembah, kita puji, kita muliakan dan kita banggakan dalam nama Tuhan Yesus, akan melihat segala sedekah kita dan akan membalas kita tepat pada waktu-Nya. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ********* Terima kasih Ibu/Bapak/Saudara/i sudah berkenan membaca Renungan Harian Kristen Terbaru ke-756, yang diunggah melalui edisi hari ini. gmail
sedekah tangan kiri tidak boleh tahu